IKAL GM LEMHANNAS Prakarsai Pendidikan Kepemimpinan Anak-anak Muda
Ikatan Alumi Lemhannas Generasi Muda (Ikal GM) memprakarsai pendidikan dan pelatihan kepemimpinan anak-anak muda anggota ormas dan kalangan kampus. Acara itu dikemas dalam Workshop Leadership and Colaboration “Membentuk Kepemimpina Muda Yang Tangguh Dana Berwawasan Global.
Ketua Ikal GM Syamsu Rizal mengatakan, workshop digelar atas kerja sama IBM Indonesia dan Lembaga Cegah kejahatan Indoensia (LCKI) yang dipimpin mantan Kapolri Jenderal (Purn) Dai Bachtiar. “Dari workshop ini diharapkan mampu mendidik dan melatih calon-calon pemimpin muda harapan masa depan. Pemimpin yang tangguh lahir dari proses dan latihan secara mendalam bukan karbitan atau bim salabim,” kata Rizal di Jakarta, Senin (12/12).
Menurutnya tatanan dunia yang mengglobal ditambah perkembangan ilmu pengetahuan (iptek) khususnya di bidang teknologi informasi (TI) membuat dinamika kian cepat. Implikasinya, membutuhkan peran aktif para pemimpin yang benar-benar tangguh. “Untuk itulah, calon pemimpin harus dididik dan dikader sejak sekarang. Pada saatnya mereka memegang tampuk kepemimpinan mampu berperan secara optimal,” jelas Rizal.
Dalam workshop itu, aku Rizal hadir para peserta dari berbagai ormas seperti KNPI, Pemuda Panca Marga (PPM), Pemuda Pancasila (PP) kader muda Muhammadiyah, NU dan lainnya. “Mereka itu diharapkan menjadi memimpin militan di masa depan. Mereka harus dipersiapkan sejak kini, termasuk membekali pengetahuan dan kemampuan di bidang TI. Untuk memenangkan persaingan global, mutlak harus mengusai TI. Jika tidak, mereka akan terlindas kemajuan itu sendiri,” tukas Rizal.
Wakil Gubernur Lemhannas Dr.Adi Suyatno,SH,MH dalam paparannya menyatakan, untuk menjadi pemimpin hebat tak harus jauh-jauh belajar ke negeri seberang. Meski dinamika politik dan TI di mancanegara tetap harus diikuti dan dicermati.
“Kita bisa belajar dari kearifan lokal dalam memimpin bangsa dan negara ini. Sejak zaman prakemerdekaan bahkan zaman kerajaan Majapahit Patih Gajah Mada sudah mengajarkan bagaimana menjadi pemimpin yang baik dan bisa diteladani anak buahnya. Banyak pelajaran berharga diberikan para pendiri negeri ini seperti Soekarno, Syahrir, bahkan Soeharto dan Megawati selama memimpin Indonesia,” katanya serius.
Menurutnya kearifan lokal itu perlu diangkat dan disinergikan dengan perkembangan iptek dan dinamika di dunia international. “Dari pergulatan panjang itulah akan mampu melahirkan pemimpin hebat ke depan,” tegas Adi. *sumber: Jurnalnet.com